Selasa, 17 Januari 2012
RIYADHAH IBADAH & DOA 40 HARI
Bila ada hajat, atau mslh, sebaik2 Pnolong adlh Allah. Di antara obat termurah adlh doa. Tentu doa yg dikawal dg ksungguhan ibadah lainnya. Saya mmperkenalkn istilah riyadhah 40hr. Yg kdg tdk ditemukan dari diri qt adlh ksungguhan, kseriusan, ksinambungan amal (istiqomah, mujahadah, mudawamah). Saya ksh contoh sdrhn: Kwn2 pesantren pengen bikin taman di pondok. Budgetnya puluhan juta. Modal awal: 2jt. Kwn2 bagian itu kmudian mnyabarkan diri dg shalat, doa, &amalan2 lain. Tdk lsg buru2 memesan pohon2, rumput2 u/ taman. Kesatu, duitnya jauh dari cukup. Kedua, kalo dipaksain, jadi hutang. Karena itu, tempuhlah Jalan Allah. Shalat, doa, ibadah, dan sabar. Jgn lsg pengen jadi. Keinginan bikin taman itu. Dibuat misalnya, bulan depan. Sebelom bulan depan itu jatuh, sungguh2lah mendekatkan diri kpd Allah. Mereka shalat sunnah di atas tanah yg mau ditanemin pohon2 dan dibuatkan taman. Mereka ngaji Qur’an di atas tanah tsb. Mereka shalat malam di atas tanah itu. Angka bilangan riyadhah 40hr sekali lagi menunjukkan target kedisiplinan dan wkt yg cukup. Isinya riyadhah, standar2 aja. Ga ada yang aneh2. Dhuha 8 rokaat. Jamaah di masjid plus qobliyah ba’diyah. Tahajjud dan witir. Baca shalawat 10 s/d 100x atau lebih banyak dari ini, istighfar 3x s/d 70x atau lbh banyak dari ini. Baca Qur’an 1hr minim2 1 halaman. Cuma, di semua proses ibadah yg dilewati, diselipkan doa khusus selama riyadhah. Dalam kasus ini: Doa spy dibuatkan taman oleh Allah. Dari 40hr, misalnya 3hr saja terlewati, kalau kuat, kalau bagus, kalau disiplin, biasanya udah mulai rintik. Udah mulai ada tanda2. Apalagi 7hr, 14hr, 21hr, 40hr, surah al Fath, turun deh. Semua orang yg bermasalah dan punya hajat, saya sangat anjurkan masuk gerbang riyadhah ini. Untuk mendisiplinkan diri, pakai absen u/ diri sendiri. Dhuha apa kagak. Kalo dhuha, berapa rokaat. Berjamaah apa kagak? Ketinggalan takbir pertama apa kagak. Qobliyah ba’diyahnya gimana?
RIYADAH IBADAH & DOA 40HARI BAGIAN II:
Cek juga bacaan Qur’annya. 3hr, ya 3lbr. 7hr, ya 7lbr. 14hr, ya 14lbr. 40hr, ya 40lbr. Mestinya. Cek juga absen shalawat, absen istighfar. Daaaannn… Absen doanya. Beneran, kita ini suka ga serius ibadah dan doa. Ai mah punya hajat, ai mah punya masalah, eh ga dtg serius sama Yang Menggenggam Segala Urusan dan Masalah. Datanglah kpd Allah. Apalagi jika mau dtg dg keyakinan, kesabaran, dan kepasrahan. Dalam urusan kwn2 pesantren daarul qur’an yg pengen taman, bila riyadhah kwn2 kuat, maka taman itu jadi urusan Allah. 2jt yg ada, yg sebagai modal awal, ya kasihkan aja kepada pesantren lain sekalian. Sebab dibayarkan jadi dp, ya malah hutang. Toh kan pengen senen bkn berarti selasa harus jadi… Ya itu namanya sabar. Saya tuh ya, suka nanya sama yg dtg minta anak keturunan. Umpama mereka dtg ke saya, ashar. Saya tanya, tadi shalat zuhur? Shalat katanya. Terus saya tanya lagi, doa ga supaya punya anak? Jawabannya tdk mengherankan jika belom memiliki anak. Jawabannya, engga. Ditanya lagi, shubuh gimana? Dhuha ga tadi pagi? Ga doa, &ga shubuh. Doanya standar2 aja. Ga doa punya anak. Yah, walaupun ada yg memang ujiannya di situ, alias ga punya anak, namun bolehlah dijajal seriusin cara ini. Cara ini, cara riyadhah&doa 40hr, seolah mengikat kita u/ serius, sungguh2, & terus2an mendekatkan diri kitanya kpd Allah. Terapkan jg di urusan lain. Urusan dunia sekalipun, jika dibawa ke Allah, asli, akan jadi ibadah. Ga usah khawatir dg kalimat orang. Koq ibadah pengen dunia. Kita jawab dg senyuman, kami pengen dunia, ya mintanya sama yang punya dunia. Ga dapetnya, ya udah jd ibadah. Orang lain pengen doang, ga jd ibadah, qt jadiin apa yg qt pengenin jd ibadah. Orang lain, ga ada sabarnya, qt sabarin diri. Gitu. Ursn apa aja dah. Pengen motor, mobil, rmh? Drpd buru2 ngutang. Mending diasyikin aja dulu dhuha, tahajjud, ke masjid, mintaaaaaaaaa terus sama Allah. Saban2 hbs ibadah, apapun ibadahnya, doa kpd Allah a/ hajat qt.
RIYADHAH IBADAH & DOA 40HARI BAGIAN III:
Jgn lupa. Minta ampunan Allah jg yg serius. Minta husnul khatimahnya yg serius. Minta selamat dunia akhiratnya yg serius. Minta masuk surga, &ditutup neraka, jg yg serius. Maka, permintaan2 yg kyk gini, jg prmintaan sehat, panjang umur yg manfaat, anak keturunan yg saleh salehah, adlh prmintaan wajib, yg karenanya ga blh ditinggal, saat qt minta dunianya Allah. Saudara yg punya hutang, belom berjodoh, pengen pergi haji, pengen punya pekerjaan ttp, pengen punya usaha, ya begini jg. Saya mngingatkan diri saya, bl blm brhasil, ya terusin lg 40hr ke2, ke3, ke4, ke5, sampe seterusnya ada rasa nyaman di hati sdr. Siapa tau Allah tdk berikan dunia-Nya, tp Allah berikan diri-Nya. Ini kan malahan luar biasa. Apa sih yg lbh hebat dari ketenangan, &kecukupan? Apa jg yg lbh hebat manakala qt menemukan diri qt kemudian istiqomah shalat shubuh di masjid, berjamaah, 40hr I, 40hr ke-II, 40hr ke-III, dst? Qur’an jd brulang2 khatam? Dan tdk ada jg yg sungguh2 dtg ke Allah, kecuali Allah kasih betul dunia-Nya. Yakni manakala Allah melihat diri kita udah ga bahaya dikasih dunia. Ga silap, ga sombong, dan ga berubah. Terus, buat yang udah dapet, maka jangan tinggalin dah kebiasaan baik ini. Terusin. Hingga kemudian sudah ga pake riyadhah2an lagi. Dah ga pake absen2an lagi. Dari anak kecil, jadi yg dewasa. Di atas semua itu, sempurnakanlah perjalanan ini semua, dg sedekah. InsyaAllah dah. Jangan lupa juga doakan orang2 tua, sodara2, keluarga, anak2 kturunan, guru2, kerabat2, dan segenap kaum muslimin muslimat. Jangan doa buat diri sendiri doangan. Sip dah. Selamat membuat absen ibadah dan doa buat diri sendiri, dan selamat menempuh riyadhah ibadah dan doa 40hr. Saya doakan, dan doakan saya juga. Serta doakan yg lain, agar kuat dan sungguh2. Oh ya, bila ada item yg lolos dari cek list yg kita sungguh2in, ganti dengan amalan lain ya, yg sekiranya sepadan. Tinggal dhuha, tapi diganti dg 1 juz, gitu misalnya.
RIYADHAH IBADAH & DOA 40HARI BAGIAN TERAKHIR:
Jika ada yang mengatakan ini bid’ah, he he, ya bid’ah banget2. Tapi katakan, ini bid’ah hasanah. Bid’ah yg baik. Ga mengada2 koq. Ini buat tujuan yg baik, u/ perkara yg baik. Dan yg trkandung di dalamnya tidak ada yg baru, kecuali upaya mendisiplinkan belaka. Lagipun, kapan lagi mempersembahkan 40hr trbaik dalam seumur hidup Saudara b buat Allah. Sementara, aktifitas, ya tetap dilakukan. Ga mengganggu koq. Kitanya aja yg kelamaan ga disiplin dhuha, tahajjud, ke masjid, buka Qur’an, dll.
Salam, Yusuf Mansur.
Kamis, 15 Desember 2011
DOA AGAR ANAK KETURUNAN MENJADI AHLI QUR'AN
Ya Allah, sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu, anak hamba-hamba-Mu,
anak hamba-hamba perempuan-Mu. Ubun-ubun kami berada pada kekuasaan-Mu.
berlaku kepada kami hukum-Mu, Adil terhadap kami keputusan-Mu. Kami memohon
kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang dengannya Engkau
namakan diri-Mu, atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang dari
makhluk-Mu, atau yang telah Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau yang
Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan
Al-Quran yang mulia sebagai penyejuk hati kami, cahaya bagi dada kami,
pelipur kesedihan kami, pelenyap kesusahan dan kegundahan kami, pengemudi
dan penunjuk kami menuju surga-Mu, surga yang penuh kenikmatan, dengan
rahmat-Mu Wahai Dzat yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.
Doa di atas diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud *radliyallah
'anhu*, Rasulullah * shallallahu 'alaihi wasallam *bersabda, "*Tidaklah
seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa di
atas) . . . melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya
serta menggantikannya dengan kegembiraan.*
Selasa, 13 Desember 2011
Satu lagi pelajaran bagi Anda yang masih memiliki sifat pendendam. Coba deh simak cerita inspiratif di bawah ini:
Pada suatu hari di sebuah sekolah dasar, seorang guru mengadakan permainan dengan para muridnya. Saat itu, semua murid telah membawa kantong plastik transparan beserta beberapa kentang kecil. Kemudian ibu guru berkata,"Anak-anak, apakah ada di antara kalian yang mempunyai rasa tidak senang atau benci kepada yang lain?"
Spontan anak-anak itu menjawab,"Ada, Buuu.."
"Nah, kalau begitu tuliskanlah huruf atau kode yang menunjukkan orang tersebut di kentang yang kalian bawa. Kalau ada yang punya rasa tidak senang kepada lebih dari satu orang, berarti kentangnya harus sebanyak orangnya ya.."
Kemudian, masing masing anak menandai kentangnya sesuai dengan jumlah orang yang tidak disenangi. Ada anak yang menuliskannya pada satu kentang, dua kentang atau bahkan lebih. Lalu ibu guru menjelaskan, "Aturan permainannya adalah seperti ini. Kalian harus membawa kentang itu di dalam kantong plastik selama satu minggu.Tidak berat kan?" tanya bu guru. Anak-anak itu menggelengkan kepalanya.
Kemudian, selama satu minggu di sekolah, mereka semua membawa kentangnya kemana-mana. Baik saat makan di kantin, pergi ke toilet, main di lapangan, atau di kegiatan lainnya. Hari pertama tidak ada masalah karena murid-murid menganggapnya tugas yang mudah. Akan tetapi setelah beberapa hari, kentang yang mereka bawa mulai berubah warna menjadi hitam dan mulai membusuk. Aromanya sangat tidak enak. Anak-anak yang membawa lebih dari satu kentang mulai merasakan beratnya tugas ini.
Setelah satu minggu, ibu guru membahas tugas ini di kelas bersama para muridnya.
"Bu guru, rasanya tidak enak sekali membawa kentang busuk kemana-mana. Saya jadi tidak enak makan," kata seorang murid. Murid-murid yang lain mengiyakan dan bergantian curhat kepada ibu guru, tentang betapa tidak enaknya membawa kentang busuk ke mana-mana.
Kemudian sang guru menjelaskan arti permainan itu. "Anak anak, kentang itu ibarat kebencian atau rasa tidak suka yang kita pendam terus terhadap seseorang, yang terus kita bawa ke mana-mana. Sangat tidak nyaman kan? Karena itu, jangan menyimpan dendam atas kesalahan yg dilakukan oleh temanatau orang lain kepada kita. Semakin lama kita simpan dalam hati, maka kita akan semakin merusak mental dan jiwa, sama seperti racun yang ada dalam kentang busuk ini. Apakah kalian memahami penjelasan ini?"
"Paham, Bu...," jawab mereka serempak.
-----------------
Masih pendendam juga? Rasakan bau menyegat dari kentang busuk!!!
Posted by iswandi arkan al banna(diolah dari andriewongso.com)
Senin, 12 Desember 2011
1. Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah. jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di alam bawah sadar kita "bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan". Mungkin seperti kalau kita bayar parkir ke pada preman di pinggir jalan, ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan merasa di rampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau anda sedang suntuk tunggulah sampai hati kembali riang. Memberikan dengan berat hati akan memberikan asosiasi buruk ke alam bawah sadar kita.
2. Bersedekahlah kepada sesuatu yang disukai sehingga hati anda tergetar karenanya. Mungkin suatu ketika anda ingin menyumbang yatim piatu, di waktu lain mungkin ingin menyumbang perbaikan jalan, mungkin di sumbangkan sebagai modal usaha bagi seorang pemula. Intinya adalah anda sebaiknya menyedekahkan pada hal yang membuat perasaan anda tergetar. Setiap orang akan berbeda. Seringkali seseorang menyumbang tempat ibadah, tapi hatinya tidak sejalan, hanya karena kebiasaan. Meyumbang yang tak bisa dihayati tak akan menggetarkan kalbu.
3 Bersedekahlah dengan sesuatu yang bernilai bagi anda. kebanyakan wujudnya adalah uang, namun lebih luas lagi adalah benda yang juga anda suka, pikiran, tenaga, ilmu yang ada suka. Dengan menyumbang sesuatu yang anda sukai, membuat anda juga merasa berharga karena memberikan seuatu yang berharga.
4. Bersedekahlah dalam kuantitas yang terasa oleh perasaan, bagaimana rasanya memberikan sedekah 25 rupiah? bagi kebanyakan orang nilai ini sudah tidak lagi terasa. bagi yang berpenghasilan 20 juta, mungkin 1 juta baru terasa. Setiap orang memiliki kadar kuantitas berbeda agar hatinya tergetar ketika menyumbang. nilai 10 persen biasanya menjadi anjuran dalam sedekah (bukan wajib) mungkin karena sejumlah nilai itulah kita akan merasakan "beratnya " melepas kenikmatan.
5. Menyumbang anonim akan memberikan dampak lebih kuat. ini erat kaitannya dengan ketulusan, walaupun tidak anonim juga tak apa-apa. dengan anonim lebih terjamin bahwa kita hanya mengharapkan balasan dari Allah (ikhlas).
6. Bersedekah tanpa pernah mengharap balasan dari orang yang anda beri. Yakinlah bahwa Allah akan membalas, tapi tidak lewat jalan orang yang anda beri. Pengalaman para pelaku kebanyakan menunjukan bahwa balasan datang dari arah yang lain.
7. Bersedekahlah tanpa "memaksakan" bentuk balasan Allah atas sedekah itu. Walaupun banyak pengalaman menunjukan bahwa kalau bersedekah uang akan di balas dengan uang yang lebih banyak, namun kita tak layak mengharap seperti itu. Siapa tahu sedekah itu dibalas Allah dengan kesehatan, Keselamatan, rasa tenang, dll, yang nilainya jauh lebih besar dari nilai uang yang disedekahkan.
Sumber: Dahsyatnya Sedekah 2 (Kumpulan testimoni)
Minggu, 11 Desember 2011
REKENING SEDEKAH PPPA DAARUL QIR'AN NUSANTARA
1. Sedekah
Bank Syariah Mandiri : a/c. 2222 8888 78
BNI Syariah : a/c. 828 777 999 7
Bank Mandiri : a/c. 101 000 738 738 2
BCA: : a/c. 60 3083 1002
A.n Yayasan Daarul Qur'an Nusantara
2. wakaf : untuk pembangunan sarana dan gedung Ponpes DQ
Bank Syariah Mandiri : a/c. 2222 8888 94
A.n. Yayasan Darul Qur'an Nusantara
www.daqu.or.id
Jumat, 30 Januari 2009
Jangan Meminta-minta
Rosulullah SAW bersabda, “Bahwasanya salah seorang di antara kalian mengambil talinya lalu dia datang dengan membawa seikat kayu baker,lalu dia menjualnya,lalu ia menjualnya,sehingga Allah memberinya kecukupan dengan itu.Adalah lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada orang lain,baikmereka mau memberinya maupun tidak.” (HR Bukhari).
Rosulullah adalah orang yang giat bekerja dan pantang berpangku tangan . Sejak muda,Ia di kenal sebagai saudagar yang ulet dan jujur. Dalam hadist di atas,Rosulullah mengajak umatnya untuk menari nafkah yang halal dengan cara yang baik,tidak meminta-minta. Mengapa? Karena mengemis adalah perbuatan yang rendah lagi hina.
Pekerjaaan yang kasar dan rendah dalampandangan kebanyakan manusia ,misalnya mencari kayu bakar di hutan kemudian menjulnya ,itu lebih baik menurut Rosulullah SAW daripada meminta-minta.
Menurut Al-Khauli dalam Al-Adab An-Nabawi,jika si pengemis itu sebenarnya mampu mencari nafkah namun dia namun ia lebih memilih untuk menjadi pengemis,maka dia telah kafir terhadap nikmat Allah. KAlau dia bersyukur,seharusnya dia memanfaatkan anggota tubuhnya.
Orang-orang yang berjualan sayuran yang murah harganya,mereka yang panen dari lading,lalu mereka pikul,mereka itu lebih mulia dari pada orang-orang yang lalu lalang di jalanan, siang malam,mengemis pada manusia,padahal mayoritas mereka sebenarnya mampu bekerja mencari nafkah dengan baik.
Sayangnya,kini banyak orang yang lebih suka mengemis daripada bekerja. Kesukaan meminta-minta ini merajalela di negri kita. Tanpa sadar mereka telah mengingkari nikmat Allah yang di anugerahkan kepada mereka baik berupa badan yang kuat,akal dan kecerdasan,serta kemampuan berproduksi.
Padahal,Rosulullah sangat tegas dalam soal ini. “Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik dari pada tangan yang ada di bawah (peminta-minta).” Demikian sabdanya Seperti di turunkan banyak perwi hadist.
Apabila dari kita masing-masing mau bekerja dengan baik,berproduksi secara optimal dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sesame,maka kebaikan dan kesejahteraan akan menjadi buahnya. Kita akan tegar menghadapi berbagai krisis dan teguh dalam menghadapi bencana. Tatkala problem dating menerpa,kita akan berfikir keras untuk mengatasinya,bukan mengemis belas kasihan orang lain untuk membantu kita.
sumber dari web